Notifikasi
Tidak ada notifikasi baru.

Hakikat Kalimat Lā Ilāha Illallāh dalam Ilmu Hakikat


Hakikat Kalimat Lā Ilāha Illallāh dalam Ilmu Hakikat

 Apa hakikat dari kalimat Lā Ilāha Illallāh itu sendiri.

1. Isyarat Suku Kata dan Waktu Kehidupan

Kalimat:

  • Lā Ilāha Illallāh → terdiri dari 4 suku kata
  • Muhammad Rasūlullāh → terdiri dari 3 suku kata

Totalnya 7 suku kata.

Ini memberi isyarat:

  • 7 hari dan 7 malam
  • Artinya: setiap hari dan setiap malam, kita harus hidup dalam dua kalimat syahadat.

Kemudian:

  • Lā Ilāha Illallāh = 12 huruf
  • Muhammad Rasūlullāh = 12 huruf
    Total 24 huruf.

Ini memberi isyarat 24 jam sehari semalam.

Maknanya:

Dalam sehari semalam, tidak boleh lepas dari dua kalimat syahadat.

Umur manusia hakikatnya hanyalah pergantian siang dan malam.
Siang–malam, siang–malam…
tiba-tiba umur 50,
tiba-tiba umur 60.

Artinya:

Seumur hidup kita tidak boleh lepas dari syahadat.

Maka syahadat itu dilatih, agar menjadi kebiasaan jiwa, bukan sekadar ucapan lisan.


2. Lā Ilāha Illallāh Menghimpun Sifat Allah

Kalimat Lā Ilāha Illallāh menghimpun 20 sifat Allah.

a. “Lā”

Menghimpun Sifat Nafsiyah

  • Wujūd (Ada)

b. “Ilāha”

Menghimpun Sifat Salbiyyah (5)

  • Qidam
  • Baqā’
  • Mukhalafatu lil hawādits
  • Qiyāmuhu binafsih
  • Wahdāniyyah

c. “Illā”

Menghimpun Sifat Ma‘ani (7)

  • Qudrah
  • Irādah
  • ‘Ilmu
  • Hayāt
  • Sam‘
  • Bashar
  • Kalām

d. “Allāh”

Lafaz jalālah menghimpun Sifat Ma‘nawiyyah (7)

  • Qādirun
  • Murīdun
  • ‘Ālimun
  • Hayyun
  • Samī‘un
  • Bashīrun
  • Mutakallimun

Totalnya: 20 sifat Allah.


3. Isyarat Lā Ilāha Illallāh pada Diri Manusia

Kalimat ini juga tercermin pada diri kita:

  • → menunjukkan tubuh
  • Ilāha → menunjukkan hati
  • Illā → menunjukkan nyawa
  • Allāh → menunjukkan rahasia (sirr)

Penjelasannya:

  • Tubuh → wujud jasmani
  • Hati → tempat keyakinan
  • Nyawa → hidup (hayat), dari sinilah muncul:
    • qudrah
    • iradah
    • ilmu
    • sama‘
    • bashar
    • kalam
  • Rahasia → sifat ma‘nawiyyah yang tersembunyi, tidak tampak di permukaan

Yang tampak pada manusia adalah sifat ma‘ani,
sedangkan sifat ma‘nawiyyah adalah rahasia.

Maka:

Membaca Lā Ilāha Illallāh sejatinya sedang membaca diri sendiri.

Jika seseorang paham hakikat ini, maka:

  • Tidak akan ragu
  • Tidak akan goyah
  • Tidak mudah tersesat

Keraguan muncul karena:

Tidak mengerti dan tidak memahami.


4. Zikir sebagai Pembaharuan Iman

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jaddidū īmānakum.”
Perbaharuilah iman kalian.

Para sahabat bertanya:

“Kaifa nujadidu īmānanā yā Rasūlallāh?”
Bagaimana cara memperbaharui iman kami, wahai Rasulullah?

Rasulullah ﷺ menjawab:

“Aktsirū min dzikri Lā Ilāha Illallāh.”
Perbanyaklah zikir Lā Ilāha Illallāh.

Maka:

  • Berzikir dengan kalimat Lā Ilāha Illallāh dalam bilangan yang banyak
  • Itu adalah pelaksanaan langsung perintah Nabi ﷺ

Jika seseorang mengaku beriman kepada Rasul,
tetapi tidak mau mengamalkan perintahnya,
maka imannya hanya pengakuan, bukan pembuktian.


Penegasan Penutup

Beriman kepada Allah harus dibuktikan dengan mengikuti Rasul.
Beriman kepada Rasul harus dibuktikan dengan mengamalkan ajarannya.
Zikir Lā Ilāha Illallāh bukan bid‘ah,
tetapi perintah langsung Nabi ﷺ untuk memperbaharui iman.

Hakikat Kajian laduni Alkautsar
Join the conversation
Post a Comment